Ayam Serama Sri Selangor Asli Dari Malaysia

ialah cikal bakal terciptanya serama super A,” tutur Albert Tan pada UD Raja Tani menunjuk foto seekor Ayam Serama di kliping koran lokal. Kelahiran Pulau Penang 42 tahun silam itu ingat benar, Sri Selangor ditelurkan dari sepasang ayam serama generasi ke—2 pada 3 Juni 2000 bersama 4 saudara lain. Sayang 2 jam setelah telur keluar, sang ibu tak sudi mengerami telur berbobot masing-masing 12 gram itu.

Semua kemudian ditetaskan dalam inkubator. Sejak berumur 1 —3 bulan Sri Selangor tumbuh seperti saudara lainnya. Menurut The Leong Toh yang setiap hari mengamati pertumbuhan Sri Selangor, perubahan fisik ayam yang pernah ditawar RM25.000 itu terlihat menginjak umur 5 bulan. “Tubuhnya tampak lebih kecil. Sampai umur 8 bulan tubuh tetap kecil dengan bobot 300 gram dan tinggi 9 inci,” ujar Chooi sapaan akrab The Leong Toh. Keistimewaan lain corak warna sangat sempurna terdiri dari 5 warna seperti hitam, merah, cokelat, dan putih. Dalam berjalan pun Sri Selangor memiliki kharisma tersendiri.

Ayam Serama Sri Selangor

Tanpa perlu digoda, sang ayam liliput berjalan tegap dengan dada membusung bak kesatria saat dilepas di halaman.

Prestasi Sri selangor pun mengkilap. Saat pertama kali turun gelanggang di Polis Diraja Kontingent Selangor Serama Competition Kuala Selangor pada 18 Mei 2001 ia meraih Best In Show setelah mengungguli 25 pesaing lain. Setelah menang, sang ayam liliput yang sebelumnya tak bernama itu kemudian diberi julukan Sri Selangor alias raja dari selangor.

Selama kurun 3 bulan kemudian, serama asal Pulau Penang itu terus merajai kontes di berbagai kota di Malaysia mulai dari Kelantan, Kedah hingga Kuala Lumpur. “Sampai Agustus 2001 tercatat 26 juara sudah dikoleksi,” ujar Albert. Sayang kondisi kesehatannya terus menurun pascakampiun di kontes serama di Sungai Petani pada 11 Agustus 2001. Sejak saat itu Sri Selangor pun dikandangkan untuk dipakai sebagai indukan. Beruntung anak-cicitnya mewariskan ukuran tubuh Sri Selangor. “Mereka disilangkan secara line breeding lagi untuk mendapat serama super A berukuran dan berbobot lebih kecil lagi,” ujar Albert. Sang moyang, Sri Selangor menghembuskan ‘ nafas pada pertengahan 2002.