dekor

Gebyar Bunga di Istana Negara

Pretty Maretha menyedot perhatian belasan ribuan undangan dan jutaan pemirsa layar kaca saat menaiki tangga kehormatan peringatan HUT ke-58 RI. Anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka asal Lampung itu menerima bendera pusaka dari Megawati Soekarnoputri dan duplikatnya. Yang juga menyedot perhatian pengunjung dan pemirsa yaitu dekorasi Istana Merdeka. Hampir seluruh sudut-sudut istana dihiasi rangkaian bunga nan indah.

Panggung kehormatan tempat Megawati Soekarnoputri memimpin upacara tampak semarak. Sisi tangga sepanjang 5 m dipenuhi bunga bernuansa merah putih. Warna putih ditampilkan oleh senesio Senecio cineraria yang berdaun perak.

Sedangkan warna merah dihadirkan oleh hanjuang Cordyline terminalis, nanas merah Ananas comosus, bayam berry Amaranthus sp, dan combrang Etlingera elatior, dan anthurium. Mereka ditata apik oleh perangkai bunga anggota Asosiasi Bunga Indonesia (Asbindo). Daun hanjuang, misalnya, seluruhnya digulung ke belakang sehingga menyerupai mawar ditingkahi warna hijau lewat daun kaca piring alias gardenia, sehingga lebih atraktif.

Dekorasi pembatas warna panggung lebih fleksibel karena tidak lagi merah putih. Di situ warna hijau amat mendominasi. Daun hedera menjuntai membuat keindahan pembatas juga dinikmati undangan di bawah panggung. Sedangkan daun monstera selebar 25 cm menambah kesan teduh. Di sela-selanya bunga-bunga merah kembali menebar pesona.

Sudut atas pilar tak dibiarkan kosong. Ke-10 pilar dihiasi rangkaian bernuansa tropis. Daun-daun hijau berpadu bunga dan daun warna merah serta kuning. Tak lupa hpherana daun dan buah unik berbentuk serikaya diselipkan. Lewat buah dan daun unik itu, tim yang dipimpin Karen Syarif menyampaikan misi, “Selamatkan Hutan Hujan Tropis.”

Dekorasi ruangan

kembang

Rangkaian bunga dalam ruangan tak kalah indah. Ruang credenseal—kamar berkaca, ruangan paling depan istana dihiasa belasan rangkaian menarik. Ada 2 meja hias selebar 2 m dipenuhi bunga lili, anggrek, combrang, dan mawar. Selain itu gerbang masuk ke ruang tengah setinggi 5 meter dipenuhi rangkaian bunga berdiameter 20 cm.

Yang paling mengagumkan, ia memasukkan buah seperti anggur dan apel dalam rangkaiannya. Bahkan mereka juga membuat bola buatan dari styrofoam yang dibungkus daun silver dolar. Itulah kreasi Masyarakat Floristry Indonesia yang dipimpin Els Tiwar.

Selain itu kualitas bunga yang ditampilkan amat baik. Maklum mereka mendatangkan bunga-bunga seperti curcuma, lotus, dan aneka daun-daunan dari Thailand. Tulip thailand itu memang belum dibudidayakan di Indonesia.

Semarak bunga juga tersaji di ruang tengah istana tempat Megawati menerima ucapan selamat dari undangan. Dekorasi ruangan itu dipercayakan kepada Ikatan Perangkai Bunga Indonesia cabang Jawa Timur. Tim yang dipimpin Ny Peng Supangkat itu menampilkan ribuan potongan kayu angsana sepanjang 10—20 cm sebagai backdrop saat Megawati berdiri menerima ucapan selamat. Kayu diikat dengan tali nilon lalu digantung dan ditempel pada rangka kawat. Sebagai pemanis, bagian atas dikombinasikan dengan lili putih dan phalaenopsis di antara hijaunya aneka jenis daun.

Bagian dalam istana dihias puluhan pengusaha tanaman hias yang bergabung dalam 4 organisasi. Ikatan Perangkai Bunga Indonesia (IPBI) menghias tenda undangan, Asosiasi Bunga Indonesia (Asbindo) mempercantik panggung kehormatan, Masyarakat Floristri Indonesia (MFI) menghias kamar credenseal dan Asosiasi Pengusaha dan Petani Indonesia (Aspeni) mendekor bagian belakang istana. Menurut Kris Danubrata, Staf Khusus Presiden, mereka dibiarkan bebas berkarya. Hasilnya, desain mereka jauh lebih baik daripada dekorasi tahun 2002.